|
Artikel
Korosi Pada Logam Besi
DISUSUN
OLEH :
NAMA :
MOKH ALFAN NOVIANTO
NIM :
41615110026
FAKULTAS :
TEKNIK INDUSTRI
A. Pengertian Korosi atau Perkarataan
Korosi atau perkaratan logam merupakan proses
oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit lainnya, dimana udara atau
elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses elektrokimia.
B. Proses
terjadinya karat
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam
mengalami oksidasi, sedangkan oksigen mengalami reduksi. Karat logam umumnya
berupa oksida atau karbonat. Karat pada besi berupa zat yang berwarna
cokelat-merah dengan rumus kimia Fe2O3·xH2O. Oksida besi (karat) dapat
mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan yang baru terbuka itu mengalami
korosi. Berbeda dengan aluminium, hasil korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan
yang melindungi lapisan logam dari korosi selanjutnya. Hal ini dapat
menerangkan mengapa panic dari besi lebih cepat rusak jika dibiarkan, sedangkan
panci dari aluminium lebih awet.
Korosi secara keseluruhan merupakan proses
elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi sebagai anode, di
mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e–
Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan
mengalir ke bagian lain untuk mereduksi oksigen.
O2(g) + 2 H2O(l) + 4e–à 4 OH–(l)
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan
teroksidasi membentuk besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida
terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat.
C. Penyebab
terjadinya karat
Berdasarkan pengetahuan tentang mekanisme korosi,
Kita dapat menyimpulkan faktor-faktor apa yang menyebabkan terbentuknya korosi
pada logam sehingga korosi dapat dihindari.
Percobaan
/ Praktikum Faktor-Faktor yang Dapat Menyebabkan Korosi
Tujuan
:
Menjelaskan faktor-faktor yang dapat menyebabkan
korosi.
Alat
:
Tabung reaksi
Paku
Amplas
Bahan
:
Air
CaCl2
Oli
NaCl 0,5%
Aseton
Langkah
Kerja :
Sediakan 5 buah tabung. Masing-masing diisi dengan
paku yang permukaannya sudah diampelas dan dibersihkan dengan aseton.
Tabung 1 diisi dengan sedikit air agar sebagian paku
terendam air dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
Tabung 2 diisi dengan udara tanpa uap air
(tambahkan CaCl2 untuk menyerap uap air dari udara) dan tabung ditutup
rapat.
Tabung 3 diisi dengan air tanpa udara terlarut,
yaitu air yang sudah dididihkan dan tabung ditutup rapat.
Tabung 4 diisi dengan oli agar tidak ada udara
maupun uap air yang masuk.
Tabung 5 diisi dengan sedikit larutan NaCl 0,5%
(sebagian paku terendam larutan dan sebagian lagi bersentuhan dengan udara.
Amati perubahan yang terjadi pada paku setiap hari
selama 3 hari.
Pertanyaan
:
Bagaimana kondisi paku pada setiap tabung reaksi?
Pada tabung manakah paku berkarat dan tidak berkarat?
Setelah dibiarkan beberapa hari, logam besi (paku)
akan terkorosi yang dibuktikan oleh terbentuknya karat (karat adalah produk
dari peristiwa korosi).Korosi dapat terjadi jika ada udara (khususnya
gas O2) dan air. Jika hanya ada air atau gas O2 saja,
korosi tidak terjadi. Adanya garam terlarut dalam air akan mempercepat proses
korosi. Hal ini disebabkan dalam larutan garam terdapat ion-ion yang membantu
mempercepat hantaran ion-ion Fe2+ hasil oksidasi.
Kekerasan karat meningkat dengan cepat oleh adanya
garam sebab kelarutan garam meningkatkan daya hantar ion-ion oleh larutan
sehingga mempercepat proses korosi. Ion-ion klorida juga membentuk senyawa
kompleks yang stabil dengan ion Fe3+. Faktor ini cenderung meningkatkan
kelarutan besi sehingga dapat mempercepat korosi.
Kesimpulan
yang menyebabkan karat pada besi:
1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk
asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan
logam
6. Letak logam dalam
deret potensial reduksi
D. Persamaan
reaksi pembentukan karat
Pada daerah anodik (daerah permukaan yang
bersentuhan dengan air) terjadi pelarutan atom-atom besi disertai pelepasan
elektron membentuk ion Fe2+ yang larut dalam air.
Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e–(ANODE)
Elektron yang dilepaskan mengalir melalui besi,
sebagaimana elektron mengalir melalui rangkaian luar pada sel volta menuju
daerah katodik hingga terjadi reduksi gas oksigen dari udara:
O2(g) + 2H2O(g) + 2e– → 4OH–(aq)(KATODE)
Ion Fe2+ yang larut dalam tetesan air
bergerak menuju daerah katodik, sebagaimana ion-ion melewati jembatan garam
dalam sel volta dan bereaksi dengan
ion-ion OH– membentuk Fe(OH)2. Fe(OH)2 yang terbentuk
dioksidasi oleh oksigen membentuk karat.
Fe2+(aq) + 4OH–(aq) → Fe(OH)2(s)
2Fe(OH)2(s) + O2(g) → Fe2O3.nH2O(s)
Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai
berikut:
|
4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O(l)
|
→
|
2Fe2O3.nH2O(s)
|
|
Karat
|
E. Oksidator
dan reduktor
Sejak dulu, para pakar kimia sudah mengetahui bahwa
oksigen dapat bereaksi dengan banyak unsur. Senyawa yang terbentuk dari hasil
reaksi dengan oksigen dinamakan oksidasehingga reaksi antara oksigen dan
suatu unsur dinamakanreaksi oksidasi.
P4(s) + 5O2(g) →2P2O5(g)
P4(s) + 5O2(g) →2P2O5(g)
Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil
reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah
satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi
dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)
Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan
cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi
dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.
Besi oksida dapat direduksi dengan cara direaksikan dengan gas hidrogen,
persamaan reaksinya:
Fe2O3(s) + 3H2(g)→2Fe(s) + 3H2O(g)
Contoh:
C(s) + O2(g)→CO2(g) (reaksi oksidasi)
CO(g) + H2(g) →C(s) + H2O(g) (reaksi reduksi)
2SO2(g) + O2(g) →2SO3(g) (reaksi oksidasi)
CH4(g) + 2O2(g)→CO2(s) + 2H2O(g) (reaksi oksidasi).
F. Hasil
Analisis
Hasil analisis dari logam besi yang berubah menjadi
karat adalah Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi sebuah
logam dengan udara atau elektrolit lainnya, dimana udara atau elektrolit akan
mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses elektrokimia,
dangan proses Korosi terjadi melalui reaksi
redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen mengalami reduksi.
Penyebabnya antara
lain :
1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk
asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan
logam
6. Letak logam dalam
deret potensial reduksi
Untuk itu persamaan reaksi
pembentukan karatnya dapat dituliskan dengan :
Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e–(ANODE)
O2(g) + 2H2O(g) + 2e– → 4OH–(aq) (KATODE)
Reaksi keseluruhan pada korosi besi adalah sebagai
berikut :
|
4Fe(s) + 3O2(g) + n H2O(l)
|
→
|
2Fe2O3.nH2O(s)
|
|
Karat
|
||
Karat besi adalah senyawa yang terbentuk dari hasil
reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi merupakan salah
satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan reaksi pembentukan oksida besi
dapat ditulis sebagai berikut.
4Fe(s) + 3O2(g) → 2Fe2O3(s)
Pada reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan
cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi
dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.
Besi oksida dapat direduksi dengan cara direaksikan dengan gas hidrogen,
persamaan reaksinya:
Fe2O3(s) + 3H2(g)→2Fe(s) + 3H2O(g).
G. Kesimpulan
Korosi atau perkaratan logam merupakan proses
oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit lainnya, dimana udara atau
elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan proses
elektrokimia.
1. Proses
terjadinya perkaratan :
Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam
mengalami oksidasi, sedangkan oksigen mengalami reduksi.
2. Penyebab
terjadinya karat :
1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk asam
(CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan logam
6. Letak logam dalam deret potensial reduksi.
3. Persamaan
reaksi pembentukan karat :
Anode:Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e–
Katode: O2(g) + 2H2O(g) + 2e– → 4OH–(aq)
Katode: O2(g) + 2H2O(g) + 2e– → 4OH–(aq)
4. Oksidator
dan reduktor :
reaksi oksidasi, pada reaksi tersebut besi mengalami
oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari
reaksi oksidasi dinamakan reaksi
Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar