|
Rangkuman
Jurnal Studi Pengaruh Jenis dan Komposisi Katalis pada Proses Pertumbuhan
Carbon Nanotube (CNT) dengan Metode Catalytic Chemical Vapour Deposition
DISUSUN
OLEH :
NAMA :
MOKH ALFAN NOVIANTO
NIM :
41615110026
FAKULTAS :
TEKNIK INDUSTRI
LATAR BELAKANG
Carbon Nanotube merupakan salah satu teknologi nano yang banyak digunakan dalam
berbagai ilmu pengetahuan diantaranya dalam bidang elektronik, bidang kimia dan lain – lain.
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan sistem Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD) untuk sintesis CNT dari gas asetilen dengan menggunakan katalis Co/Al2O3 dan katalis
Fe/Al2O3 dengan berat katalis 0,3 gram, suhu operasi 700oC, dan rasio laju alir gas N2 dan gas
Asetilen yaitu 1:1.
Teknologi nano merupakan hal baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Teknologi nano merupakan bentuk perpaduan material-material fungsional, dengan tujuan untuk mempermudah sistem-sistem dengan pengaturan skala
panjang nanometer (1-100 nm) beserta fenomena penyebarannya dengan skala tersebut. Nano berarti seper-satu milyar dari sesuatu.
Sebagai perbandingan 10 nm adalah 1000 kali lebih kecil dibandingkan dengan diameter dari rambut manusia.
Aplikasi Carbon Nanotube sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan diantaranya : Elektronik, (Sensor kimia-fisika, biosensor,
kapasitor, transistor, dll). Bidang Kimia (Elektroda, Penyimpan gas hidrogen,
baterai litium, membran separasi, katalis pembantu dan absorben).
HASIL DAN PEMBAHASAN
11. Sintesis Carbon Nanotube (CNT) dari
gas asetilin dengan Metode Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD) Berbasis
Katalis Cobalt.
Sintesis CNT pada penelitian ini
menggunakan gas asetilin yang mempunyai ikatan karbon rangkap tiga sehingga
bisa dijadikan sebagai sumber karbon dan gas nitrogen sebagai inert yang
berguna untuk menghilagkan oksigen dalam stainless steel yang memungkinkan bisa
timbulnya reaksi oksidasi. Perbandingan gas asetilin dengan gas Nitrogen 1:1.
Hasil sintesis CNT dari gas
asetilin dengan metode CCVD berbasis catalis cobalt dengan komposisi 3% menghasilkan
berat CNT yang lebih banyak dibandingkan dengan katalis Co/Al2O3
dengan komposisi 3,5%. Hal ini disebabkan karena katalis dengan komposisi 3%
mempunyai jumlah surface area yang lebih besar sehingga lebih banyak mengikat
atom C dari gas asetilin yang digunakan sebagai sumber karbon.
2. Sintesis Carbon Nanotube (CNT) dari
gas asetilin dengan metode Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD) Berbasis
Katalis Fe.
Hasil
Sintesis CNT dari gas asetilin dengan metode CCVD berbasis katalis Fe dengan Scanning
Electron Microscopy (SEM) dengan komposisi Fe/Al2O3 3%
dapat menghasilkan berat CNT 0,8 gram sedangkan dengan katalis Fe/Al2O3
komposisi 3,5% menghasilkan berat CNT 0,3 gram. Hal ini disebabkan karena
katalis dengan komposisi 3% mempunyai jumlah surface area yang besar sehingga
banyak mengikat atom C dari gas asetilin yang digunakan sebagai sumber carbon
dan CNT yang akan dihasilkan pada proses ini berbentuk tipe Multi-walled
Nanotube (MWNT).
3. Pengaruh Jenis Katalis dalam
Sintesis Carbon Nanotube (CNT) dari gas asetilin dengan Metode Catalytic
Chemical Vapour Deposition (CCVD).
Sintesis
Carbon Nanotube (CNT) dari gas asetilin dengan metode Catalytic Chemical Vapour
Deposition (CCVD) menggunakan dua jenis katalis yang berbeda yaitu Co/Al2O3
dan Fe/Al2O3 dengan berat yang sama sebesar 0,3
gram degnag perbandingan laju alir gas 1:1. Didapatkan berat produk CNT yang
dihasilkan dari katalis Fe/Al2O3 lebih banyak hal ini
karena katalis Fe yang digunakan dalam sintesis CNT mempunyai active sites yang
lebih besar dalam proses dekomposisi karbon serta katalis juga mempunyai
kecenderungan yang kuat untuk aglomerasi dengan atom lain (karbon) karena sifat
kemagnetannya.
Ukuran
partikel katalis sangat berpengaruh diameter karbon yang terbentuk dimana
diameter carbon nanotube yang terbentuk semakin membesar seiring dengan
penambahan konsentrasi cobalt.
Dalam
pembentukan carbon nanotube dengan metode CCVD,katalis memiliki peranan penting
diantaranya mengkatalisasi proses dehidrogenasi molekul Acetylen sehingga
menghasilkan ikatan yang terdiri dari atom C. Nano partikel Co dan Fe akan
berperan sebagai awal mula membentuk struktur tubular pada Carbon Nanotube.
4. Pengaruh Kalsinasi (dalam Proses
Pembuatan Katalis) dalam Sintesis Carbon Nanotube (CNT) dari gas asetilin
dengan Metode Catalytic Chemical Vapour Deposition (CCVD).
Sintesis
Carbon Nanotube (CNT) dari gas asetilin dengan metode Catalytic Chemical Vapour
Deposition (CCVD) menggunakan dua jenis katalis dengan perlakuan yang berbeda
selama pembuatan katalis yaitu Co/Al2O3 3% dan Fe/Al2O3
3% yang dikalsinasi dengan berat kalatis Co/Al2O3 3%
dan Fe/Al2O3 3% tanpa kalsinasi dengan berat katalis
sebesar 0,3 gram dengan perbandingan laju alir gas asetilin dan gas nitrogen
1:1.
Sintesis
CNT menggunakan katalis yang sudah dikalsinasi dan menggunakan katalis tanpa
dikalsinasi memberikan efek yang berbeda pada proses pertumbuhan CNT dengan
katalis yang tidak dikalsinasi tidak terbentuk CNT dan dengan katalis yang
sudah dikalsinasi.
Sintesis
CNT dengan menggunakan katalis yang sudah dikalsinasi akan terbentuk CNT dengan
struktur pipa-pipa tubular, Sedangkan sintesis dengan katalis yang tidak
dikalsinasi tidak dapat terbentuk CNT sama sekali. Dengan kalsinasi akan dapat
menghilangkan air yang terjebak dalam pori katalis. Katalis tanpa kalsinasi
yang berada dalam stainless stell pada temperatur 700oC hanya akan
terjadi proses sintering karena tidak adanya komponen aktif pada permukaan pori
katalis.
PELUANG
PENELITIAN SELANJUTNYA
Teknologi nano merupakan alat untuk mengontrol material-material yang
dibuat dalam ukuran atom dan molekul. Filamen-filamen
karbon dengan diameter yang sangat kecil (lebih kecil dari 10nm) dipersiapkan
pada tahun 1970.an sampai tahun 1980.an dengan mensintesis uap sehingga
menumbuhkan serat-serat karbon dengan dekomposisi hidrokarbon pada temperatur
yang tinggi dengan menambahkan katalis logam transisi dengan ukuran diameter
partikel <10nm (Kroto dkk 1985, dan Iijima 1991). Meskipun begitu tidak ada
yang bisa menjelaskan secara rinci sistematik dari filamen-filamen yang sangat
kecil seperti yang sudah ditemukan saat ini.
Dalam sintesis CNT
dengan berat katalis dan kondisi operasi yang sama, tetapi konsentrasi komponen
aktif pada katalis berbeda memberikan pengaruh terhadap diameter dan berat
produk CNT yang dihasilkan. Semakin besar konsentrasi komponen aktif katalis
maka diameter CNT yang dihasilkan semakin besar, dan semakin tinggi konsentrasi
komponen aktif pada katalis yang digunakan, semakin sedikit berat produk yang
dihasilkan.
Penggunaan katalis Co/Al2O3
dan Fe/Al2O3 memberikan pengaruh yang berbeda pada
sintesis Carbon Nanotube (CNT), dimana pada CNT yang menggunakan
katalis Fe/Al2O3 mempunyai diameter yang lebih besar dan
berat produk yang lebih banyak dibanding dengan CNT yang menggunakan katalis
Co/Al2O3.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar