|
Dampak
Limbah Industri Terhadap Lingkungan
DISUSUN
OLEH :
NAMA :
MOKH ALFAN NOVIANTO
NIM :
41615110026
FAKULTAS :
TEKNIK INDUSTRI
|
Kemajuan
Teknologi yang terus meningkat khususnya
dalam dunia Industri, membuat masyarakat harus memahami dan mengetahui tentang
Limbah Industri tersebut. Limbah Industri adalah Buangan yang dihasilkan dari
suatu proses produksi Industri yang dapat berdampak pada Lingkungan tersebut. Limbah
Industri dapat berdampak positif maupun Negatif terhadap Lingkungan. Kita
sebagai masyarakat modern dituntut dapat memanfaatkan suatu limbah industri
menjadi barang yang lebih berharga dan memiliki nilai agar dapat meminimalisir
dampak terhadap Lingkungan sekitar.
Sebagai
contohnya adalah PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH ABU KETEL, JARAK DAN
GLISERIN.
Kenaikan
harga bahan bakar minyak membawa dampak naiknya harga sembako dan berbagai
kebutuhan hidup lainnya. Hal ini akan berdampak pada beban hidup masyarakat
yang semakin berat apabila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Di
sisi lain, jika subsidi BBM tidak dikurangi maka hal ini menjadi beban yang
amat berat bagi negara, apalagi dengan perekonomian yang belum pulih saat ini.
Cadangan
minyak di perut bumi makin terbatas dan menyusut karena penggunaannya yang
terus meningkat dan bahan bakar fosil ini tergolong bahan bakar yang tidak
terbarukan (unrenewable). Keterbatasan ini seharusnya mendorong
pemerintah untuk mencari energi alternatif dan terbarukan (renewable)
yang berasal dari tanaman dan biasa disebut biomassa. Pabrik gula menggunakan
bahan bakar solar dan ampas tebu untuk menjalankan proses produksinya. Kalau
terjadi kenaikan harga BBM tentu saja kinerja pabrik gula akan terganggu, oleh
karena itu pabrik gula memerlukan suatu energi alternatif untuk menganti bahan
bakar solar. Salah satu cara untuk mendapatkan energi alternatif dan sekaligus
memanfaatkan limbah pabrik gula yang berupa partikel debu adalah dengan membuat
partikel debu menjadi briket. sehingga pada akhirnya nanti dapat menentukan
klasifikasi briket sisa menjadi energi alternatif untuk mengantikan bahan bakar
minyak.
Limbah
Abu Ketel dapat diperoleh dari proses pembakaran a,pas tebu pada pabrik gula
yang berupa debu halus (fly ash) maupun berat (bottom ash). Untuk menangani bottom
ash, digunakan conveyor dengan sistem terendam air agar abu yang
dihasilkan tidak berterbangan. Untuk menangani fly ash digunakan
sistem cyclone agar partikel-partikel yang berat jatuh ke bawah
untuk mengurangi polusi lingkungan. Sedangkan Limbah Jarak dapat diperoleh dari
sisa pembuatan minyak jarak (Jarak Oil) yang berupa ampas dari tumbuhan jarak.
Kedua Limbah tersebut dapat diolah menjadi Briket dengan tambahan zat-zat lain
sehingga menjadi barang yang lebih berguna. Briket dapat digunakan sebagai
bahan bakar Biomassa yang dapat menggantikan fungsi dari Bahan Bakar Minyak dan
Bahan Bakar Fosil yang jumlahnya semakin sedikit karena sifatnya yang tidak
dapat Di perbarui (Unrenewable).
Namun apabila pemahaman
dan pengetahuan masyarakat kurang mengenai penanganan limbah Industri ini akan
berdampak yang negatif terhadap Lingkungan
sekitar.
Sebagai Contohnya
PENAMBANGAN BATU KAPUR DI KECAMATAN NUSA
PENIDA terutama di desa Suana, Kutampi dan Bunga Mekar. Penambangan Batu
Kapur beberapa desa di Kecamatan Nusa Penida sudah dilakukan sejak tahun 1970an
yang merupakan mata pencaharian masyarakat setempat.
Walaupun karakteristik kegiatan
penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida secara umum tergolong belum
intensif dan Dampak Abiotik yang ditimbulkan juga masih rendah dilihat dari kedalaman dan luas
penggalian rata-rata hanya 4 m, tapi kegiatan Penambangan di Desa ini Masih
dilakukan dengan sederhana tanpa memperhatikan kondisi Lingkungan dan
Keselamatan Kerja serta Penambangan juga dilakukan dengan alat sederhana dan
Batu Kapur di angkut dengan menggunakan Mobil pickup. Apabila kegiatan ini
dilakukan secara terus-menerus dan penanganan yang kurang akan Limbah dari
penambangan batu kapur ini dapat menimbulkan Dampak Negatif yang besar terhadap
Lingkungan sekitar seperti :
1.
Kerusakan struktur dan tekstur tanah di daerah
Penambangan dapat merusak Lingkungan Abiotik.
2.
Karena tidak memperhatikan keselamatan Kerja
maka dapat menimbulkan kecelakaan kerja baik itu Kecelakaan Kerja ringan maupun
berat.
3.
Banyaknya Penyakit yang muncul di Area
Penambangan Batu Kapur karena Debu Kapur yang Beterbangan.
Upaya Pemerintah mengurangi Dampak
Limbah Industri terhadap Lingkungan dengan menerapkan sistem Green Industri diharapkan
dapat mengurangi Dampak Negatif suatu Limbah Industri terhadap Lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Diambil dari Jurnal PEMBUATAN BRIKET BIORANG DARI LIMBAH ABU
KETEL, JARAK DAN GLISERIN, Penulis Samsudi Raharjo Tahun Terbit 2013, Link : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/viewFile/758/812
Dan dari Jurnal
ANALISIS DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA
PENIDA Oleh I Gede Algunadi, Ida Bagus Made Astawa, Sutarjo, Jurusan Pendidikan
Geografi Undiksha Singaraja Tahun Terbit : 2013, Link : http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/viewFile/1226/1090



Tidak ada komentar:
Posting Komentar