Rabu, 06 Januari 2016

Artikel Dampak Limbah Industri terhadap Lingkungan Tugas Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri


TUGAS
KIMIA dan PENGETAHUAN LINGKUNGAN INDUSTRI
 
 










Dampak Limbah Industri Terhadap Lingkungan







DISUSUN OLEH :
NAMA                                              : MOKH ALFAN NOVIANTO
NIM                                                  : 41615110026
FAKULTAS                                     : TEKNIK INDUSTRI


DAMPAK LIMBAH INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN
 
 







                                                                                                                               
                                                                                                              
Kemajuan Teknologi yang terus meningkat  khususnya dalam dunia Industri, membuat masyarakat harus memahami dan mengetahui tentang Limbah Industri tersebut. Limbah Industri adalah Buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi Industri yang dapat berdampak pada Lingkungan tersebut. Limbah Industri dapat berdampak positif maupun Negatif terhadap Lingkungan. Kita sebagai masyarakat modern dituntut dapat memanfaatkan suatu limbah industri menjadi barang yang lebih berharga dan memiliki nilai agar dapat meminimalisir dampak terhadap Lingkungan sekitar.
Sebagai contohnya adalah PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH ABU KETEL, JARAK DAN GLISERIN.
Kenaikan harga bahan bakar minyak membawa dampak naiknya harga sembako dan berbagai kebutuhan hidup lainnya. Hal ini akan berdampak pada beban hidup masyarakat yang semakin berat apabila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Di sisi lain, jika subsidi BBM tidak dikurangi maka hal ini menjadi beban yang amat berat bagi negara, apalagi dengan perekonomian yang belum pulih saat ini.
Cadangan minyak di perut bumi makin terbatas dan menyusut karena penggunaannya yang terus meningkat dan bahan bakar fosil ini tergolong bahan bakar yang tidak terbarukan (unrenewable). Keterbatasan ini seharusnya mendorong pemerintah untuk mencari energi alternatif dan terbarukan (renewable) yang berasal dari tanaman dan biasa disebut biomassa. Pabrik gula menggunakan bahan bakar solar dan ampas tebu untuk menjalankan proses produksinya. Kalau terjadi kenaikan harga BBM tentu saja kinerja pabrik gula akan terganggu, oleh karena itu pabrik gula memerlukan suatu energi alternatif untuk menganti bahan bakar solar. Salah satu cara untuk mendapatkan energi alternatif dan sekaligus memanfaatkan limbah pabrik gula yang berupa partikel debu adalah dengan membuat partikel debu menjadi briket. sehingga pada akhirnya nanti dapat menentukan klasifikasi briket sisa menjadi energi alternatif untuk mengantikan bahan bakar minyak.
Limbah Abu Ketel dapat diperoleh dari proses pembakaran a,pas tebu pada pabrik gula yang berupa debu halus (fly ash) maupun berat (bottom ash). Untuk menangani bottom ash, digunakan conveyor dengan sistem terendam air agar abu yang dihasilkan tidak berterbangan. Untuk menangani fly ash digunakan sistem cyclone agar partikel-partikel yang berat jatuh ke bawah untuk mengurangi polusi lingkungan. Sedangkan Limbah Jarak dapat diperoleh dari sisa pembuatan minyak jarak (Jarak Oil) yang berupa ampas dari tumbuhan jarak. Kedua Limbah tersebut dapat diolah menjadi Briket dengan tambahan zat-zat lain sehingga menjadi barang yang lebih berguna. Briket dapat digunakan sebagai bahan bakar Biomassa yang dapat menggantikan fungsi dari Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Fosil yang jumlahnya semakin sedikit karena sifatnya yang tidak dapat Di perbarui (Unrenewable).




Namun apabila pemahaman dan pengetahuan masyarakat kurang mengenai penanganan limbah Industri ini akan berdampak yang negatif terhadap  Lingkungan sekitar.
Sebagai Contohnya PENAMBANGAN BATU KAPUR DI KECAMATAN NUSA PENIDA terutama di desa Suana, Kutampi dan Bunga Mekar. Penambangan Batu Kapur beberapa desa di Kecamatan Nusa Penida sudah dilakukan sejak tahun 1970an yang merupakan mata pencaharian masyarakat setempat.
Walaupun karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida secara umum tergolong belum intensif dan Dampak Abiotik yang ditimbulkan juga  masih rendah dilihat dari kedalaman dan luas penggalian rata-rata hanya 4 m, tapi kegiatan Penambangan di Desa ini Masih dilakukan dengan sederhana tanpa memperhatikan kondisi Lingkungan dan Keselamatan Kerja serta Penambangan juga dilakukan dengan alat sederhana dan Batu Kapur di angkut dengan menggunakan Mobil pickup. Apabila kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus dan penanganan yang kurang akan Limbah dari penambangan batu kapur ini dapat menimbulkan Dampak Negatif yang besar terhadap Lingkungan sekitar seperti :
1.      Kerusakan struktur dan tekstur tanah di daerah Penambangan dapat merusak Lingkungan Abiotik.
2.      Karena tidak memperhatikan keselamatan Kerja maka dapat menimbulkan kecelakaan kerja baik itu Kecelakaan Kerja ringan maupun berat.
3.      Banyaknya Penyakit yang muncul di Area Penambangan Batu Kapur karena Debu Kapur yang Beterbangan.
Upaya Pemerintah mengurangi Dampak Limbah Industri terhadap Lingkungan dengan  menerapkan sistem Green Industri diharapkan dapat mengurangi Dampak Negatif suatu Limbah Industri terhadap Lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Diambil dari Jurnal PEMBUATAN BRIKET BIORANG DARI LIMBAH ABU KETEL, JARAK DAN GLISERIN, Penulis Samsudi Raharjo Tahun Terbit 2013, Link : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/viewFile/758/812


Dan dari Jurnal ANALISIS DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA Oleh I Gede Algunadi, Ida Bagus Made Astawa, Sutarjo, Jurusan Pendidikan Geografi Undiksha Singaraja Tahun Terbit : 2013, Link : http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPG/article/viewFile/1226/1090

Tidak ada komentar:

Posting Komentar